Contoh Predasi

Predasi adalah simbiosis biologis di mana satu spesies perlu berburu yang lain untuk bertahan hidup, karena itu merupakan satu-satunya kemungkinan untuk memberi makan.

Predasi selalu memainkan peran sentral dalam setiap proses evolusi. Dengan sedikit pengecualian, individu-individu yang termasuk dalam hubungan pemangsaan (disebut predator dan mangsa) adalah spesies yang berbeda, dan dalam beberapa kasus, pemangsa pada saat yang sama dapat menjadi mangsa yang lain, sementara seekor hewan dapat menjadi mangsa dari beberapa pemangsa.

Dalam predasi, tidak seperti banyak hubungan biologis alam lainnya, hanya ada satu yang terluka dan hanya satu penerima: pemangsa membutuhkan mangsa, sementara mangsa mungkin hanya perlu melindungi diri dari bahaya yang mengintai.

Simbiosis predasi termasuk stimulasi visual atau penciuman yang dibawa oleh predator ke mangsa, atau penguntit yang dilakukan secara diam-diam untuk menghindari pemborosan energi.

Jenis simbiosis

Yang disebut interaksi biologis atau simbiosis dapat berupa berbagai jenis:

  • Parasitisme: Jika suatu organisme memperoleh makanannya dari yang lain dan merusaknya dengan melakukannya, itu adalah parasitnya.
  • Persaingan: Dua makhluk hidup mungkin membutuhkan sumber daya yang sama untuk pertumbuhan mereka. Sebagai contoh, dua pohon yang terletak di dekatnya mungkin perlu menggunakan nutrisi dari tanah, kelembaban dan sinar matahari. Dalam kasus ini, mereka menjadi pesaing dan saling menyakiti.
  • Komensalisme: Jika suatu organisme A memperoleh beberapa manfaat (layanan atau sumber daya) dari organisme lain B, sedangkan organisme B tidak menguntungkan atau membahayakan dirinya sendiri, organisme A adalah suatu komensal.
  • Mutualisme: Kedua organisasi mendapat manfaat dari hubungan tersebut.
  • Kerjasama: Kedua spesies mendapat manfaat dari hubungan tersebut, tetapi keberadaan mereka tidak bergantung pada hubungan itu, seperti yang terjadi dalam kasus mutualisme.

Peran dalam proses evolusi

Predasi selalu menjadi pusat dari proses evolusi. Itu bahkan merupakan bagian dari ekosistem, dan pengurangan pada beberapa spesies yang dihasilkannya membantu menjaga keseimbangan alam: jika salah satu dari mereka mulai tumbuh tanpa terkendali, itu mungkin akan berakhir dengan merusak keseimbangan ekosistem.

Predator bertanggung jawab untuk menjaga keseimbangan ekosistem, dan lihai mengendalikan jumlah anggota spesies lain: mereka tahu betul bahwa jika tidak memiliki kemungkinan untuk terus tumbuh secara demografis, sumber makanan terbesarnya pasti akan hilang.

Adaptasi hewan

Adalah umum bagi adaptasi fisik untuk mengambil keuntungan dalam hubungan predasi ini, karena pemangsa biasanya mengembangkan cakar, gigi tajam, kecepatan, kelincahan, memutuskan untuk melakukan perburuan kelompok dan serangan mendadak, sementara mangsa mempertahankan diri dengan berlari, bersembunyi, bahkan memalsukan kematiannya dan melemparkan zat bau atau rasa tidak enak.

Kamuflase

Salah satu keadaan yang khas dari proses predasi yang paling mencolok adalah kamuflase, di mana suatu organisme dapat memodifikasi warna dan bentuknya menjadi mirip dengan lanskap, menjadi lebih sulit untuk dikenali oleh predator di apakah itu sikap defensif, atau pada bagian bendungan jika perubahannya dilakukan oleh predator.

Hewan-hewan itu, kemudian, memiliki kemiripan dengan benda mati seperti batu, batang kayu, daun dan cabang, sedemikian rupa sehingga mereka hampir tidak mungkin untuk menghargai kecuali suatu gerakan membuat mereka sangat mencolok: perilaku ini direplikasi oleh manusia untuk kegiatan hutan berburu dan perang.

Contoh Simbiosis predasi:

  • Singa, pemangsa impala, zebra, kerbau (lihat gambar).
  • Serigala, predator rusa besar.
  • Ular berbisa, mangsa luak dan beberapa elang.
  • Mink Amerika, predator kecil ikan dan moluska.
  • Rusa, mangsa singa.
  • Musang, pemangsa binatang pengerat.
  • Musang, predator cacing tanah.
  • Harimau, predator babi hutan.
  • Hiu, pemangsa banyak ikan.
  • Rusa bagal, mangsa cougar.
  • Anaconda, amfibi predator yang paling penting.
  • Katak, pemangsa kumbang.
  • Bangau, pemangsa udang karang.
  • Kelinci, mangsa serigala dan rubah.
  • Harimau, predator kerbau.
  • Buaya, pemangsa beberapa ikan.
  • Tikus, mangsa serigala.
  • Leming, mangsa burung hantu Arktik.
  • Singa Afrika, predator zebra.
  • Harimau, pemangsa beberapa ikan.
  • Jaguar, predator rusa.
  • Anjing laut, pemangsa beberapa ikan.
  • Serigala, predator burung.
  • Jaguar, pemangsa tapir.
  • Lalat dan kupu-kupu, mangsa katak.



Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *