Apa Pengobatan untuk Keracunan Gas?

Gejala keracunan gas mungkin termasuk batuk, mengi, dan kesulitan bernapas.

Keracunan gas dapat terjadi sebagai akibat dari menghirup sejumlah gas beracun yang tidak disengaja atau berbahaya, termasuk gas radon , metana , gas air mata, karbon monoksida, gas mustard, dan gas alam. Gejala dan pengobatan dari berbagai jenis keracunan gas berbeda, terutama tergantung pada zat gas apa yang menyebabkannya. Ada juga kesamaan; kesulitan bernapas adalah gejala yang paling umum terlihat pada kasus keracunan gas.

Orang yang menderita keracunan gas mungkin mengalami gejala seperti flu.

Keracunan radon dapat terjadi di rumah tanpa orang tersebut menyadari sesuatu yang tidak biasa pada awalnya. Radon, gas radioaktif penyebab kanker, tidak dapat dilihat atau dicium. Hanya dengan kit pengujian radon, sebuah rumah dapat ditentukan memiliki tingkat gas yang tidak sehat ini. Setelah terpapar radon yang cukup besar, seseorang mulai menunjukkan gejala tertentu, dimulai dengan kesulitan pernapasan yang mungkin termasuk batuk terus-menerus, sesak napas, masalah bicara dan pernapasan, yang kemudian dapat berkembang menjadi pneumonia dan bronkitis.

Detektor karbon monoksida dapat membantu mencegah keracunan karbon monoksida.

Penyebab umum keracunan lainnya adalah gas metana. Ini juga tidak berbau dan dapat ditemukan di beberapa rumah. Gas metana digunakan terutama untuk pembakaran dan pemanasan, tetapi juga dapat berasal dari tanah pot, makanan yang membusuk, dan drainase limbah. Seseorang yang mengalami keracunan metana, yang merupakan sejenis keracunan gas alam , menunjukkan gejala seperti flu. Dia mungkin mengalami sakit kepala, lesu, tidak nyaman, pusing , jantung berdebar-debar, penurunan koordinasi motorik, dan masalah kognitif seperti kehilangan memori, kurang fokus, dan disorientasi.

Tanda-tanda keracunan gas mungkin termasuk sakit perut dan pusing.

Ketika seseorang mungkin menjadi korban keracunan gas, hal pertama yang harus diingat adalah tenang dan tidak panik. Pastikan aman untuk mendekati orang tersebut tanpa keracunan gas. Jika perlu, pindahkan mereka dari tempatnya dan letakkan di tempat yang bersih dari gas beracun. Dan jika memungkinkan, coba cari tahu penyebab keracunan gas tersebut. Tanda-tanda cerita bisa berupa benda di tangan korban atau di dekatnya, seperti botol terbuka atau tumpah dan pakaian bernoda. Mengetahui penyebabnya dapat sangat membantu dalam memberikan pengobatan yang tepat.

Detektor karbon monoksida sangat penting di rumah dengan kompor gas alam, pemanas air, dan unit pemanas.

Periksa juga gejala yang tidak biasa pada korban. Perhatikan apakah mereka mengalami luka bakar di sekitar mulut, kesulitan bernapas, kejang, dan jika mereka tidak sadarkan diri. Jika memungkinkan, tanyakan apa yang mereka rasakan; mual dan muntah , pusing dan sakit perut adalah beberapa tanda dan gejala keracunan gas yang lebih umum. Jika orang tersebut tidak sadar, tidak bernapas, dan/atau tanpa denyut nadi, lakukan CPR. Jika mereka sadar, miringkan atau dukung mereka saat mereka duduk. Ini akan membantu mereka bernapas lebih baik.

Yang terpenting, segera hubungi bantuan medis. Hubungi pusat kendali racun jika nomornya diketahui. Tetap bersama korban sampai bantuan datang. Sambil menunggu, jangan memaksakan muntah atau memberikan sirup ipecac. Jika racun sudah mengenai mata, siram menggunakan air bersih selama kurang lebih 15 menit terus menerus atau sampai bantuan medis datang.

Related Posts