Metamorfosis Belalang – Disertai Keterangan Dan Gambarnya

Metamorfosis belalang tergolong ke dalam metamorfosis tidak sempurna. Dikarenakan belalang tidak mengalami fase larva atau pupa. Selain itu perkembangan dalam siklus hidup tidak mengalami perubahan fisik apapun.

Jumlah dari keseluruhan spesies belalang lebih dari 11.000 spesies. Meskipun jumlah dari spesies belalang cukup fantastis, namun warna dari belalang hanya terdapat 2 macam. Tubuh belalang hanya mempunyai 2 jenis warna, yaitu hijau dan coklat. Selain itu ada jenis belalang yang memiliki bintik – bintik pada tubuhnya.

Belalang ini tergolong ke dalam jenis hewan herbivora / pemakan tumbuhan. Pada kepala belalang terdapat sepasang antena. Belalang memiliki 2 buah sayap. Belalang memiliki dua keahlian, yaitu keahlian melompat dan keahlian terbang. Kaki belakang pada belalang digunakan untuk melompat. Sedangkan kaki depan digunakan untuk merayap.

Binatang jenis belalang ini memiliki 2 pasang sayap, yaitu sayap depan dan sayap belakang. Kedua sayap tersebut digunakan untuk terbang. Perbedaan sayap depan ini mempunyai ukuran yang lebih kecil dari pada sayap belakang dan memiliki tekstur kasar. Sementara untuk sayap belakang berukuran lebih besar dan bertekstur lebih halus.

Daur Hidup Belalang:

Dalam Fase metamorfosis pada belalang ini  terjadi tiga jenis fase, yaitu fase telur, fase belalang muda dan fase belalang dewasa. Berikut ini adalah fase metamorphosis tidak sempurna dari belalang.

  1. Di mulai dari Fase Telur.

Pada belalang, fase telur merupakan fase metamorfosis pertama. Cara belalang betina bertelur sangat unik. Begitu pula dengan bentuk telur belalang. Belalang ini adalah hewan yang mempunyai habitat darat, maka dari itu sebagian besar siklus hidup belalang berada di darat. Meskipun terkadang belalang ada yang berada di langit lepas. Adapun masa perkawinan belalang adalah pada musim panas atau musim kemarau.

Setelah terjadi suatu perkawinan antara belalang jantan dan belalang betina, kemudian terjadi pembuahan dan setelah beberapa waktu belalang betina akan bertelur. Sebagai induk, belalang betina juga mempunyai cara tersendiri dalam menjaga telur. Walaupun terkadang sang induk pergi menghilang begitu saja.

Musim kawin belalang terjadi pada pertengahan musim kemarau atau musim panas. Telur- telur yang dihasilkan oleh belalang betina ini mampu mencapai ±300 butir telur. Telur belalang ini adalah siklus fase telur paling lama di bandingkan dengan fase telur hewan lain nya. Dalam fase telur dapat memakan waktu hingga ±10 bulan. Siklus tersebut dapat juga melebihi dari 10 bulan hingga musim semi dimulai.

Karakteristik dari telur belalang ini cukup unik. Telur-telur belalang ini akan berwarna putih dan agak lengket seperti nasi. Belalang biasanya akan menyimpan telur-telur nya di bawah pasir, dan pada kedalaman ±5 cm. Selain menggunakan pasir, belalang betina juga menggunakan media daun dan batang pohon untuk menyimpan telur.

  1. Kemudian Fase Nimpha

Setelah berakhirnya fase telur,kemudian telur-telur belalang akan menetas dan memasuki fase Nimpha. Setelah terjadinya penetasan belalang-belalang muda akan keluar dari cangkang telur dengan bentuk fisik sempurna tetapi dalam ukuran kecil. Meskipun begitu sayap dan alat reproduksi pada nimpha pada belalang belum muncul. Dalam terjadinya fase ini belalang muda belum mampu untuk terbang dan hanya dapat merayap. Sedangkan kelangsungan hidup pada fase ini hanya mencapai 50%. Hal ini disebabkan karena nimpha adalah mangsa bagi hewan lain, seperti tikus, ayam, kadal dan lain – lain. Kondisi ini rerjadi karena nimpha belum mempunyai sayap sehingga pertahanan nimpha untuk menghindari para predator sangatlah minim. Setelah nimpha mengalami beberapa fase,nimpha ini akan mengalami pergantian kulit hingga 5 – 6 kali atau lebih ,sampai nimpha memiliki bentuk fisik seperti belalang dewasa. Beberapa faktor juga dapat mempengaruhi seringnya nimpha belalang mengalami pergantian kulit yaitu adanya faktor suhu dan kelembaban. Dalam fase ini tidak perlu memakan waktu yang begitu lama seperti fase telur. Biasanya umur maksimal nimpha belalang adalah  5  hingga 10 hari.

  1. Terakhir Fase Belalang Dewasa

Setelah berakhir nya fase nimpha, kemudian akan memasuki fase berikutnya yaitu fase belalang dewasa. Pada fase ini belalang mempunyai sifat sangat aktif. Dengan bentuk fisik sempurna dan mempunyai sayap, belalang dewasa sering terbang ke berbagai macam tempat. Hal yang menjadi alasan kenapa belalang berpindah – pindah tempat adalah untuk berburu makanan.

Pada fase belalang dewasa ini mereka sudah memiliki pertahanan tubuh yang sangat baik. Sehingga dapat segera lolos ketika diincar sebagai mangsa. Belalang dewasa ini memerlukan waktu selama ±15 – 20 hari untuk melakukan reproduksi. Namun umur maksimal belalang dewasa hanya selama 30 hari. Setelah itu belalang pun akan mati.

Dalam fase ini dapat juga memakan waktu kurang dari 1 bulan. Yang menjadi faktor utama kelangsungan hidup belalang terjadi secara singkat adalah perburuan liar yang dilakukan manusia. Belalang yang mempunyai kandungan protein tinggi, sangat baik untuk kesehatan tubuh manusia dan hewan lainnya. Oleh karena itu belalang juga menjadi target utama bagi para predator.Di samping menjadi target para predator, belalang ini juga merupakan  hama bagi para petani. Di karenakan belalang juga dapat merusak hasil panen para petani. Maka dari itu pada fase ini proses reproduksi belalang juga terbilang sangat minim,yaitu hanya sebesar 50%. Namun dengan sekali bertelur, telur belalang mampu mencapai hingga ±300 butir, sehingga populasi belalang cukup aman.

Pemaparan di atas adalah sebuah proses dari metamorfosis belalang yang tergolong ke dalam metamorfosis tidak sempurna. Hal ini dikarenakan belalang tidak terjadi perubahan bentuk fisik yang sangat mencolok.



Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *