Apa itu Kualitas Gambar?

Kualitas gambar mengacu pada berbagai aspek dari sebuah foto atau gambar lain yang berkaitan dengan seberapa jelas dan tajam tampilannya dalam konteks tertentu. Ada dua faktor utama yang menentukan kualitas ini, yaitu unsur yang dikendalikan oleh kamera yang mengambil gambar dan unsur yang dapat diubah setelahnya. Kamera yang digunakan untuk mengambil gambar sering kali memiliki dampak yang luar biasa pada kualitas gambar, terkait dengan ketajaman, akurasi warna, dan jumlah piksel untuk foto digital. Banyak faktor yang dapat dikontrol dan diubah setelah gambar diambil dalam pasca-pemrosesan, termasuk kontras, keseimbangan warna, dan penghapusan atau koreksi kesalahan yang diambil dalam gambar.

Kualitas gambar sering mengacu pada jumlah piksel yang dapat ditangkap oleh kamera.

Istilah “kualitas gambar” dapat digunakan untuk merujuk pada berbagai sifat yang berbeda dari suatu gambar, meskipun umumnya mengacu pada seberapa bagus gambar tersebut muncul. Penampilan ini dapat bergantung pada beberapa faktor yang berbeda, termasuk banyak kualitas yang dipengaruhi oleh kamera yang digunakan. Ketajaman biasanya sangat dipengaruhi oleh kamera yang digunakan fotografer, dan ini kemudian langsung terlihat dalam sebuah gambar. Akurasi warna juga merupakan bagian integral dari kualitas gambar melalui kemampuan kamera untuk menangkap warna realistis dengan benar.

Kualitas gambar yang lebih baik menghasilkan gambar yang lebih tajam.

Kualitas gambar juga dipengaruhi secara langsung oleh jumlah piksel yang dapat ditangkap oleh kamera digital. Jumlah total piksel adalah ukuran yang berhubungan dengan ukuran gambar yang dapat ditampilkan dalam resolusi tertentu. Resolusi gambar biasanya diukur dalam Piksel Per Inci (PPI) dari suatu gambar, dan ini memengaruhi ukuran maksimum untuk suatu gambar. Sebuah foto berukuran 8 inci (20,32 sentimeter) kali 10 inci (25,4 sentimeter) dengan resolusi 300 piksel per inci, yang biasa digunakan dalam fotografi komersial, akan memiliki 7,2 juta piksel atau 7,2 megapiksel (MP) dan memerlukan kamera yang mampu menangkap banyak piksel.

Ada juga sejumlah faktor yang memengaruhi kualitas gambar, yang dapat dikontrol atau diubah setelah gambar diambil. Kontras, misalnya, adalah perbedaan antara nada terang dan gelap dalam gambar, yang dapat memengaruhi kejelasan dan perbedaan bayangan. Ini dapat diubah dan disesuaikan melalui metode pasca-pemrosesan dan perangkat lunak untuk foto digital. Keseimbangan warna juga dapat diubah setelah gambar diambil, untuk menonjolkan warna sebenarnya dalam gambar atau mengubah informasi warna dalam foto.

Post-processing juga dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas gambar dalam sebuah foto dengan menghilangkan kesalahan atau kekurangan pada gambar. Kesalahan tersebut dapat disebabkan oleh lensa yang kotor, objek yang aneh pada gambar, atau kondisi lingkungan lain yang mungkin menghasilkan hasil yang tidak diinginkan pada sebuah foto. Penghapusan atau perubahan kekurangan ini bisa sangat halus atau cukup dramatis, dan dapat meningkatkan atau mengurangi kualitas gambar secara signifikan.

Related Posts