Apa itu Krim Berair?

Krim berair digunakan untuk memperbaiki kulit kering.

Krim berair adalah pelembab yang digunakan untuk merawat kondisi kulit. Ini adalah krim tidak berminyak yang menempatkan lapisan minyak pada permukaan kulit dan menjaga air agar tidak menguap dari kulit. Krim ini terbuat dari campuran air dan krim pengemulsi, dengan fenoksietanol yang digunakan sebagai pengawet. Produk ini dapat digunakan untuk semua jenis masalah kulit kering , baik yang sedang dijangkiti dermatitis maupun eksim . Krim dapat membuat kulit lebih lembab, halus, lembut, dan fleksibel.

Krim berair dapat digunakan untuk mengobati gejala yang berhubungan dengan eksim.

Bahkan bisa menjadi alternatif penggunaan sabun. Beberapa orang mempertimbangkan untuk menggunakan krim berair sebagai pengganti krim cukur, lip balm, atau shower gel . Hal ini paling sering digunakan di Inggris untuk mengobati eksim, dermatitis atopik, atau pruritus aquagenic . Pasien yang menerima terapi radiasi dianjurkan untuk menggunakannya untuk memerangi kemerahan pada kulit akibat perawatan.

Krim berair dapat digunakan sebagai alternatif sabun bagi mereka yang menderita kondisi kulit.

Ketika sel-sel kulit luar tidak memiliki cukup air, seringkali menyebabkan kulit kering. Kulit kehilangan kelenturannya dan menjadi gatal dan pecah-pecah. Seiring bertambahnya usia, kulit mereka menahan lebih sedikit air, karena menguap dari permukaan kulit. Menggunakan sabun dan air panas untuk mencuci kulit juga menghilangkan minyak alami dan kelembapan tubuh. Menggunakan krim berair dapat meringankan masalah kulit kering dan berkontribusi pada kulit yang lebih sehat dan halus.

Krim berair aman untuk orang-orang dari segala usia dan mudah diserap ke dalam kulit.

Jenis krim ini biasanya digunakan sekali sehari, dan dioleskan ke kulit. Ini juga tersedia sebagai campuran dengan vitamin E, dan produk ini biasanya lebih ringan dari yang lain. Krim topikal ini juga relatif murah. Orang dengan kulit sensitif harus berhati-hati jika memutuskan untuk menggunakan krim karena telah diketahui menyebabkan reaksi kulit pada beberapa pasien.

Krim berair harus dioleskan setelah mandi.

Krim berair aman untuk orang-orang dari segala usia dan mudah diserap ke dalam kulit. Krim tidak mengandung bahan alkali, sehingga bermanfaat bagi mereka yang alergi terhadap sabun dan deterjen biasa. Bisa juga digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Sebelum menggunakan krim, seseorang harus berkonsultasi dengan profesional medis jika dia alergi terhadap bahan-bahan yang mungkin disertakan. Jika produk tertelan secara tidak sengaja, profesional medis darurat harus segera dihubungi.

Untuk mencegah dan mengobati kulit kering, mengoleskan produk seperti krim berair dapat membantu. Ini dapat diterapkan kapan saja, meskipun banyak ahli merekomendasikan untuk memakainya setelah mandi atau mandi. Setelah mandi, pengguna harus menepuk-nepuk kulit dengan lembut menggunakan handuk sebelum menggunakan krim.

Related Posts