Apa itu Fungsi Hash?

Fungsi hash adalah metode pemeriksaan kesalahan komputer dan organisasi data. Sejumlah besar data dimanipulasi dengan algoritma matematika sampai sejumlah kecil yang tersisa. Nomor ini digunakan sebagai bagian dari katalog yang memungkinkan komputer untuk menemukan informasi tertentu nanti. Fungsi hash yang baik harus memberikan hasil yang cukup kecil sehingga mudah digunakan, tetapi memberikan hasil yang unik untuk setiap kumpulan data . Fungsi hash juga menyediakan pemeriksaan kesalahan minimal, karena data yang rusak dan bagus akan menghasilkan hasil yang berbeda saat di-hash.

Fungsi hash adalah metode pemeriksaan kesalahan komputer dan organisasi data.

Dalam database komputer, biasanya lebih mudah untuk menyimpan lokasi dengan angka daripada huruf. Digit memiliki jumlah metode pengorganisasian dan pengurutan yang jauh lebih banyak daripada huruf. Akibatnya, nomor sering ditugaskan ke lokasi yang berisi informasi variabel dalam database komputer. Angka-angka ini mungkin arbitrer atau mewakili informasi.

Nomor arbitrer hanya ditetapkan berdasarkan posisi dalam memori komputer atau urutan penyimpanan data. Menyimpan informasi dengan cara ini adalah umum di database yang lebih kecil atau di tempat-tempat di mana data tidak terlalu sering berubah. Saat digunakan di area lain, pengindeksan ulang database mulai memakan waktu lebih lama hingga tidak lagi efisien.

Informasi representatif adalah tempat fungsi hash masuk. Informasi, apa pun isinya, diterjemahkan ke dalam angka. Angka-angka ini dimasukkan ke dalam konstruksi matematika yang menghasilkan angka kecil, biasanya bilangan bulat. Jika fungsi hash berfungsi dengan baik, setiap lokasi di bagian database tersebut akan memiliki hasil uniknya sendiri. Jika dua atau lebih lokasi memiliki hasil yang sama, program dapat memunculkan informasi yang salah berdasarkan hash yang digandakan.

Dimungkinkan untuk menggunakan fungsi hash untuk hal-hal lain juga. Sejumlah besar data yang sangat berulang dapat dipecah menjadi nilai yang lebih kecil. Ini sangat bagus ketika mencari urutan berulang dalam kumpulan data besar. Misalnya, asam deoksiribonukleat (DNA) terdiri dari sejumlah kecil komponen yang berbeda. Saat memecah komponen tersebut menggunakan nilai hash , tempat di mana dua untai DNA yang sama dan berbeda menjadi sangat jelas, hanya dengan membandingkan dua kolom angka kecil.

Area terakhir di mana fungsi hash berguna adalah dalam pengecekan kesalahan. Saat informasi di-hash pada awalnya, nilainya dicatat sebagai bagian dari indeks lokasi. Jika informasi itu diperlukan nanti, informasi tersebut diambil bersama dengan nilai itu. Jika program mengulangi informasi dan hasilnya berbeda, maka korupsi terjadi di beberapa titik. Korupsi ini biasanya dengan data, karena korupsi hash akan mencegah data diambil di tempat pertama.

Related Posts