5 Masalah Terkait Gizi Utama pada Anak Prasekolah

Garis besar singkat dari lima masalah terkait gizi utama anak-anak prasekolah dibahas dalam artikel ini. Lima masalah utama adalah: 1. Malnutrisi Energi Protein 2. Vitamin dan Defisiensi 3. Perilaku Makan 4. Diet untuk Anak Prasekolah 5. Membentuk Kebiasaan Baik.

1. Kekurangan Energi Protein:

Penyebab utama malnutrisi adalah pola makan yang tidak memadai dan salah yang diikuti oleh kemiskinan dan faktor sosial ekonomi lainnya yang memicu berbagai infeksi lain karena kondisi hidup yang tidak higienis.

Faktor predisposisi untuk KEP adalah:

sebuah. Karena kemiskinan ibu tidak bisa memberikan makanan yang cukup untuk anak.

  1. Penggunaan bubur bertepung yang menyediakan makanan massal tetapi nilai kalorinya lebih rendah, sereal malt dapat memenuhi kebutuhan kalori ­.
  2. Malnutrisi menghambat sintesis enzim mengakibatkan hilangnya nafsu makan yang menyebabkan kurang konsumsi makanan.
  3. Infeksi Kronis
  4. Infestasi seperti ascariasis terutama giardiasis menyebabkan anoreksia.

Kedua jenis KEP tersebut adalah Kwashiorkor, dan Marasmus [untuk detail lihat Unit 2 tentang Nutrisi khususnya protein].

2. Vitamin dan Kekurangan:

Kekurangan vitamin A adalah masalah gizi utama yang mempengaruhi anak kecil yang menyebabkan kebutaan. Bentuk kekurangan Vitamin A yang parah seperti Xerophthalmia muncul ketika makanan praktis tidak mengandung susu murni, mentega dan ikan, buah-buahan dan sayuran dalam jumlah yang sangat terbatas sehingga kekurangan retinol dan karoten. Malnutrisi energi protein semakin memperburuk defisiensi

3. Perilaku Makanan:

Makanan memainkan peran penting dalam perkembangan manusia seutuhnya selama tahun-tahun pertumbuhan. Makanan bisa menjadi sarana komunikasi. Ini memiliki makna budaya dan sosial ­. Ini terkait dengan emosi dan penerimaan atau penolakannya dalam masalah pribadi.

Lingkungan tempat tinggal anak menentukan perilaku makan dan kualitas gizi yang diterima anak. Keluarga memainkan peran utama yang bertanggung jawab atas kebiasaan makan anak dan membentuk iklim emosional; faktor-faktor lain yang saling bergantung adalah jumlah anggota keluarga, pendapatan, pendidikan, sikap terhadap makanan, pengetahuan gizi orang tua [baik tradisional/modern] berbagai sikap terhadap pengasuhan anak Otoriter atau non-otoriter atau lainnya.

Kebiasaan makan yang baik memiliki beberapa ciri:

sebuah. Pola makan yang benar memungkinkan individu untuk mencapai potensi perkembangan fisik dan mental.

  1. Kebiasaan makan kondusif untuk menunda dan mencegah timbulnya penyakit degeneratif tertentu.
  2. Ini memberikan kontribusi untuk hubungan manusia yang memuaskan dan kenikmatan sosial dan pribadi.
  3. Perlu penerapan pengetahuan tentang perilaku dan perkembangan manusia, psikologi dan sosiologi.

4. Diet untuk Anak Prasekolah:

Balita memiliki rentang perhatian yang sangat pendek dan mudah teralihkan dari makan. Tanggapan mereka terhadap makanan agak tidak konsisten. Koordinasi otot terbatas dan perilaku makan umumnya berantakan. Ketika ada kesempatan, anak prasekolah belajar lebih cepat dengan memanfaatkan orang tua.

Ibu harus diyakinkan bahwa anak akan tetap ternutrisi dengan baik selama makanan tersebut mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan. Anak kecil memiliki kepekaan rasa yang baik. Mereka lebih suka makanan dengan rasa ringan, lebih disukai buah-buahan berwarna; makanan bersuhu ekstrim biasanya tidak disukai. Pola makan tiga kali dengan snack tengah pagi dan sore hari adalah yang terbaik untuk anak-anak yang aktif ekstremitas, snack di antara lebih disukai.

5. Membangun Kebiasaan Baik:

Makanan harus disajikan pada waktu makan yang teratur dalam lingkungan yang menyenangkan. Anak harus duduk dengan nyaman. Anak-anak menikmati makanan berwarna-warni; nafsu makan mereka bervariasi dari hari ke hari. Kuantitas yang disajikan untuk anak-anak tidak boleh terlalu banyak. Porsinya harus kecil.

Jenis makanan yang cocok untuk anak prasekolah:

sebuah. Jus buah segar

  1. Susu dan Minuman susu, dadih, potongan keju
  2. Potongan buah seperti irisan apel, pepaya, mangga, sawo, dll.
  3. Sayuran [Rebus/mentah]: wortel, timun, kentang, tomat, kembang kol, buncis, dll.
  4. Sereal malt seperti Ragi, Cornflakes, nasi kembung, serpihan nasi, dll.

Catatan:

Anak-anak yang terlalu kecil tidak boleh diberikan makanan seperti kacang-kacangan, nasi kembung, popcorn, atau potongan sayuran karena mereka dapat tersedak dan menyedot makanan.